Program ‘Desaku Maju’ Sukses, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Sabet KWP Awards 2026

photo author
Agoes Jumianto, Senang Senang
- Jumat, 17 April 2026 | 16:46 WIB
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, resmi dinobatkan sebagai Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur dan Ketahanan Pangan Nasional. (Istimewa)
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, resmi dinobatkan sebagai Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur dan Ketahanan Pangan Nasional. (Istimewa)

SENANGSENANG.IDGubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, resmi dinobatkan sebagai Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur dan Ketahanan Pangan Nasional dalam ajang bergengsi Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) Awards 2026.

Penghargaan diserahkan di Gedung Pustakaloka Nusantara IV, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis 16 April 2026.

Lampung Jadi Lumbung Pangan Nasional

Baca Juga: Menu Ayam Berbulu Bikin Heboh, Chat Admin SPPG Tambahrejo Jadi Viral

Rahmat Mirzani dinilai berhasil mengintegrasikan kebijakan pusat dengan inovasi lokal yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat desa.

Melalui program unggulan “Desaku Maju”, Lampung sukses membangun ekosistem ekonomi desa yang mandiri. Program ini mencakup:

  • Penyediaan pupuk organik cair (POC)
  • Bantuan alat pengering hasil panen (dryer)
  • Pembangunan infrastruktur jalan desa untuk memangkas biaya logistik pertanian

Baca Juga: Materi Khotbah Jumat 17 April 2026: Menghadapi Ketidakpastian Hidup: Sabar, Ikhtiar, dan Tawakal sebagai Kunci Ketenangan

Dedikasi untuk Petani

Usai menerima penghargaan, Rahmat Mirzani menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja kolektif seluruh elemen di Lampung, terutama para petani.

“Penghargaan ini saya dedikasikan sepenuhnya untuk masyarakat Lampung, khususnya para petani kita. Jika desanya kuat, ketahanan pangan nasional pun akan tangguh,” ujarnya.

Baca Juga: Isak Tangis Ibu Lampung Bikin Haru, Anak Kabur Tinggalkan Utang Judi Online Rp19 Juta

Fokus pada Nilai Tambah

Rahmat menekankan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar angka produksi, tetapi juga meningkatkan nilai tambah bagi petani.

Melalui pelatihan vokasi dan modernisasi infrastruktur, diharapkan petani bisa lebih mandiri secara ekonomi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agoes Jumianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X